Diari Homeschooling: Belajar Mengamati dan Mengumpulkan Data

Minggu ini tema belajar Alifa (6th) adalah ensiklopedi hewan. Pelajaran dimulai dengan pengamatan hewan yang ada di lingkungan sekitar. Nah, karena saya juga mau ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan untuk seminggu, sekalian saja saya bawa Alifa, Ayesha dan Mahreen untuk belajar seluk beluk pasar. Alifa membawa kameranya, karena ia juga akan memotret hewan-hewan yang ditemuinya dalam perjalanan menuju pasar. Lokasi pasar nggak jauh-jauh amat, cuma sekitar 750 m lah dari rumah. Mungkin karena perjalanan ini punya misi, anak-anak jadi lebih awas dengan sekitarnya. Kalau ada hewan, mereka segera berseru-seru "itu kupu-kupu!" atau "itu capung!" dst. Alifa yang selalu siaga dengan kameranya segera menjepret. Klik! Beberapa di antara hasil fotonya cukup jelas, lainnya nggak. Yah, namanya juga anak umur 6 th yang belajar motret dengan kamera saku. Mana kameranya nggak punya fasilitas zoom lagi. Haghaghaghag...


image
Alifa memotret belalang yang hinggap di jalan
image
Alifa memotret tawon mati di jalan. Mahreen ikut 'memotret' dengan kameran mainan dari kain flanel ^_^
Cukup banyak juga sih jumlah hewan yang ditemukan Alifa. Lumayanlah sebagai data awal untuk menyusun ensiklopedinya yang insyaallah akan dibuat hari Jumat atau Sabtu besok. Bagaimana nanti bentuk ensiklopedinya? Cekidot aja ya ^_^
Aktivitas di pasar cukup menyenangkan bagi anak-anak. Ukurannya: mereka hepi melihat aneka jenis ikan (yang kebetulan lagi banyak di pasar), dan semangat belanja sendiri beberapa bahan makanan. Yang lucunya, ketika Alifa pergi beli kangkung di lapak sayur, sang penjual sayur langsung menyuruh anaknya cepat-cepat bantuin Alifa. "Anak ko sadang baraja lanjo-lanjo ma," katanya, yang artinya, 'anak ini sedang belajar belanja'.
Yang menyenangkan, bapak-bapak dan ibu penjual ikan di pasar nggak keberatan ditanya anak-anak mengenai jenis ikan yang mereka jual. Mungkin bagi mereka lucu juga melihat ada anak-anak yang takjub melihat aneka ikan, trus tanya ini itu. Segalanya selalu tampak ajaib bagi anak-anak.
Ada satu yang menarik perhatian anak- anak tadi, yakni seekor ikan hiu kikio (begitu namanya kata sang penjual ikan) yang tergeletak pasrah di lantai lapak. Alifa berbisik ke telinga saya, "ibu, ikan hiu kan nggak boleh ditangkap kan ya. Itu kan hewan langka." Saya mau menjelaskan juga gimanaaaa gitu, ada penjualnya di dekat sana. Akhirnya saya ngangguk-ngangguk saja.
image
Anak-anak di pasar ikan
image
Pelajaran Alifa berupa pengamatan dan mencari data selesai siang ini, tapi dia tetap semangat menenteng-nenteng kameranya untuk memotret ayam tetangga. Dia bisa melakukan ini seharian sepertinya, atau setidaknya, sampai baterai kameranya habis. Ya sudah, saya ke dapur saja. Siap-siap menyajikan makan siang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Free PDF- Rancangan Belajar Homeschooling

Mengapa Anak Jadi Sangat Rewel Saat Bersama Ibunya?